SATUGOL.COM LINK ALTERNATIF  TERBAIK &TERPERCAYA

SATUGOL.COM merupakan berita olahraga dan berita populer dan support betting online terbaik dan terpercaya dan casback 100% mixparlay.

LightBlog

Thursday, October 4, 2018

Drama Kebohongan Ratna Sarumpaet

Begitu kuatnya cerita bohong Ratna Sarumpaet bahwa ia dipukuli. Hingga kekuatan dustanya sempat membuat publik teralih dari nestapa korban gempa di Palu dan Donggala. Rabu, 3 Oktober 2018, mungkin menjadi hari paling buruk di negeri ini, yang membuktikan bagaimana sebuah kebohongan bekerja cepat dan mampu membuat publik kehilangan akal sehat. Kisah pemukulan Ratna Sarumpaet yang belakangan terbukti bohong selama satu hari penuh sudah sempat membuat media sosial dan jagad politik 'panas.' Untunglah situasi tak berlangsung lama. Drama berakhir dengan pengakuan Ratna dan permintaan maaf. Di hadapan puluhan jurnalis dan pewarta foto, Ratna Sarumpaet duduk memegang mikrofon. Sambil terbata-bata ia mengakui, tak ada peristiwa penganiayaan yang ia alami. Air bening mengalir dari dua sudut matanya. Suaranya mulai terisak, tapi Ratna terus bicara. Ratna lalu bercerita, ia memang datang ke Rumah Sakit Khusus Bina Estetika untuk melakukan operasi sedot lemak di kedua pipinya. Tapi betapa kagetnya Ratna setelah selesai operasi mendapati wajahnya bengkak dan lebam. Ia bertanya kepada dokter, tapi dokter juga mengaku kaget. "Saat pulang, saya butuh alasan pada anak saya di rumah, kenapa muka saya lebam. Saya memang ditanya dan saya bilang saya dipukul orang. Namanya juga anak, lihat muka ibunya lebam-lebam," ungkapnya. Bingung menghadapi wajahnya dan pertanyaan anaknya, Ratna menjawab "digebukin." Anak Ratna yang bingung dengan jawaban sang ibu, beberapa kali mengulang pertanyaan, dan Ratna tetap konsisten dengan jawaban, "digebukin."

Saat konpers itu Ratna mengatakan, itu adalah jawaban untuk keluarga. Ratna tak menyangka, jawaban pendek itu akhirnya terus berkembang hingga sepekan berikutnya. Ia mengaku tak pernah membayangkan akan terjebak dalam kebodohan itu.
"Saya enggak pernah bayangkan akan terjebak dalam kebodohan ini. Selama seminggu cerita itu hanya berputar di keluarga saya dan hanya untuk kepentingan saya berhadapan dengan anak-anak saya. Ini tidak ada hubungan dengan politik. Saya panik cerita berkembang," ujarnya menambahkan.
"Lalu saya tak tahu, bagaimana ceritanya foto saya dengan wajah lebam dan bengap itu bisa tersebar luas," katanya. Tak hanya foto yang tersebar luas, kisah Ratna digebukin juga ikut tersebar. Secepat kilat, kasus ini segera meliar dan menjadi konsumsi publik. Sebagian besar publik percaya bahwa Ratna mengalami penculikan dan kekerasan fisik, dan saat ini sedang trauma berat.
"Itu yang terjadi. Itulah yang terjadi, jadi tidak ada penganiayaan itu hanya cerita khayalan yang diberikan setan mana ke saya dan berkembang," kata Ratna. Ia terdiam sejenak, lalu kembali melanjutkan pernyataannya bahwa tak ada penganiayaan yang ia alami.

No comments:

Post a Comment